GASTRITIS



Kelompok 12

·        Ayu Fatmasari
·        Hikmah Suci Cahayani
·        Kofifah Nur Auliyah
·        Moh Syaifudin Ghozaly


Hasil gambar untuk penyakit maag


BAHAYA GASTRITIS


Apa itu gastritis..?
Pengertian Gastritis
Gastritis adalah peradangan,iritasi atau erosi pada lapisan lambung Pada lapisan lambung terdapat kelenjar yang fungsinya untuk menghasilkan asam lambung dan juga enzim pencernaan. Agar tidak terjadi iritasi pada lapisan lambung, lapisan tersebut dilindungi oleh lendir yang tebal. Apabila lendir tersebut hilang, maka iritasi sangat mungkin terjadi.
Macam-macam gastritis
Gastritis dapat diklasifikasikan dalam dua jenis, yaitu akut dan kronis. Pada gastritis akut terjadi jika iritasi terjadi secara tiba-tiba. Gejala yang ditimbulkan pada gastritis akut yaitu nyeri ulu hati yang parah walau hanya sementara. Pada gastritis kronis, iritasi di lambung berlangsung lambat tetapi akan terjadi dalam kurun waktu yang relatif lebih lama. Nyeri yang disebabkan dari iritasi lambung yang kronis ini tidak separah dibandingkan dengan gastritis akut tetapi akan terjadi pada waktu yang lama. Iritasi ini dapat mengubah struktur lapisan lambung dan mempunyai risiko menjadi kanker.
Penyebab gastritis
  • Infeksi bakteri H. pylori
  • Efek samping konsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (misalnya ibuprofen dan aspirin) secara berkala
  • Stres
  • Penyalahgunaan obat-obatan
  • Reaksi autoimun
  • Pertambahan usia
  • Infeksi bakteri dan virus
  • Penyakit Crohn
  • Penyakit HIV/AIDS
  • Refluks empedu
  • Anemia pernisiosa
  • Muntah kronis
  • Makanan yang secara umum dapat menyebabkan gastritis yaitu :
1.    Minuman yang mengandung alkohol atau kafein
2.      Makanan pedas
3.      Makanan yang mengandung coklat
4.      Makanan tinggi lemak
Gejala gastritis
  • Nyeri yang menggerogoti dan panas di dalam lambung
  • Hilang nafsu makan
  • Cepat merasa kenyang saat makan
  • Perut kembung
  • Cegukan
  • Mual
  • Muntah
  • Sakit perut
  • Gangguan saluran cerna
  • BAB dengan tinja berwarna hitam pekat
  • Muntah darah
Pengobatan gastritis
Pengobatan yang diberikan kepada pasien oleh dokter, tergantung kepada penyebab dan kondisi yang memengaruhi terjadinya gastritis. Untuk mengobati gastritis dan meredakan gejala-gejala yang ditimbulkan, dokter dapat memberikan obat-obatan berupa:
  • Obat antasida. Antasida mampu meredakan gejala gastritis (terutama rasa nyeri) secara cepat, dengan cara menetralisir asam lambung. Obat ini efektif untuk meredakan gejala-gejala gastritis, terutama gastritis akut. Contoh obat antasida yang dapat dikonsumsi oleh pasien adalah aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida.
  • Obat penghambat histamin 2 (H2 blocker). Obat ini mampu meredakan gejala gastritis dengan cara menurunkan produksi asam di dalam lambung. Contoh obat penghambat histamin 2 adalah ranitidin, cimetidine, dan famotidine.
  • Obat penghambat pompa proton (PPI). Obat ini memiliki tujuan yang sama seperti penghambat histamin 2, yaitu menurunkan produksi asam lambung, namun dengan mekanisme kerja yang berbeda. Contoh obat penghambat pompa proton adalah omeprazole, lansoprazole, esomeprazole, rabeprazole, dan pantoprazole.
  • Obat antibiotik. Obat ini diresepkan pada penderita gastritis yang disebabkan oleh infeksi bakteri, yaitu Helicobacter pylori. Contoh obat antibiotik yang dapat diberikan kepada penderita gastritis adalah amoxicillin, clarithromycin, tetracycline, dan metronidazole.
  • Obat antidiare. Diberikan kepada penderita gastritis dengan keluhan diare. Contoh obat antidiare yang dapat diberikan kepada penderita gastritis adalah bismut subsalisilat.
Pencegahan gastritis
Apabila rentan terhadap gejala gastritis, coba untuk membagi porsi makan ke jadwal makan baru. Misalnya, jika sebelumnya makan dengan porsi besar tiap jadwal makan, ubah porsinya menjadi sedikit-sedikit sehingga jadwal makan jadi lebih sering dari biasanya. Selain itu, hindari makanan berminyak, asam, atau pedas.
Jika termasuk seseorang yang aktif mengonsumsi minuman beralkohol, maka kurangilah kebiasaan tersebut karena alkohol juga dapat menyebabkan gejala gastritis. Selain itu, kendalikan stres untuk menghindari penyakit ini.
Pola makan khusus gastritis
Beberapa diet makanan tertentu juga bisa menjadi cara mencegah dan mengatasi gastritis. Ada beberapa makanan yang dapat membantu mengelola gastritis Anda dan mengurangi gejalanya. Makanan yang baik untuk gastritis adalah:
1.      Makanan  dengan kandungan serat tinggi seperti apel, oatmeal, brokoli, wortel, dan kacang-kacangan.
2.      Makanan rendah lemak seperti ikan serta dada ayam dan dada kalkun tanpa kulitnya.
3.      Makanan dengan tingkat keasaman rendah. Disarankan makan sayuran yang direbus.
4.      Hindari minuman bersoda.
5.      Hindari minuman yang berkafein seperti coklat, kopi, teh.
6.     Perbanyak konsumsi probiotik dari kombucha, yoghurt, kimchi, dan oncom.
Kapan harus menghubungi dokter..?
jika gejala yang dialami tak kunjung membaik. Selain itu, segeralah berbicara dengan dokter jika gastritis membuat perut kamu tidak nyaman setelah minum obat (terutama aspirin atau obat pereda nyeri lainnya), muntah darah, dan buang air besar berdarah. Hal ini bertujuan untuk mencari tahu penyebab dan mendapat penanganan yang tepat.

Daftar pustaka
1.      Sujono hadi; gastroenterologi (1999) :181-202
2.       Novita joseph dan dr. Tania savitri, 2018 (https://hellosehat.com/penyakit/maag-gastritis-adalah/) (online) 7 agustus 2018
4.       Dr. Marianti,2018 (https://www.alodokter.com/gastritis) (online) 16 oktober 2018









Komentar

Posting Komentar